ORANGE GIRL by JOSTEIN GAARDER | SINOPSIS dan OPINI

Di bagian ini, mungkin saya akan membahas buku karangan Jostein Gaarder, yaitu Orange Girl.

Sebelumnya saya gak pernah membaca karya Gaarder sama sekali. Kemudian, saya melihat salah satu bukunya yang begitu terkenal, Dunia Sophie. Namun, karena buku tersebut tergolong tebal, saya memilih untuk coba membaca buku karangan Gaarder lainnya yang lebih tipis, disamping untuk melihat ciri khas penulisan dan alur cerita Gaarder.

Sinopsis 

Seorang anak berusia empat tahun, Georg, baru saja kehilangan ayahnya, Olav, yang meninggal karna sirosis hati. Kini, anak tersebut berusia 15 tahun, dan hidup  bersama Ibu, Ayah angkat (Joorgen), dan adik tirinya. Sesekali kakek dan neneknya mengunjunginya. Suatu ketika, neneknya memberikan sepucuk surat yang dituliskan untuknya. Surat yang tersimpan bersama kursi roda almarhum ayahnya, dan baru ditemukan neneknya setelah 11 tahun. Ya, 11 tahun surat itu menunggu untuk dibaca oleh Georg, yang memang ditujukkan kepadanya. Olav menulis surat itu persis beberapa hari sebelum ia meninggal. 

Georg membuka surat itu secara perlahan, dia masih dapat merasakan kehadiran ayahnya, walaupun ia benar-benar tak ingat momen-momen indah bersama Olav, karena terakhir kali bertemu, Georg masih berusia 4 tahun. Olav menceritakan tentang pertemuan pertamanya dengan seorang Gadis Jeruk yang ia temukan di trem saat masih menempuh pendidikan kedokteran. Ia mulai jatuh hati kepada gadis itu, dan dengan bodohnya menjatuhkan jeruk gadis itu hingga berserakan. Olav berusaha mencari asal-usul gadis tersebut, karna ia mulai merasa jatuh hati kepadanya. Beberapa kali ia bertemu dengan gadis itu, seperti di kafe, di pasar, hingga saat malam natal yang indah di sebuah katedral. Siapakah gadis itu? Apakah ia seorang gadis penjual jeruk biasa? Dan yang terpenting apakah gadis itu hanya halusinasi Olav yang sedang sakit? Semuanya akan terjawab melalui buku ini.


Opini saya 

Saya gemar membaca buku-buku mengenai filsafat dan kepercayaan, menurut saya walau buku ini dikemas dalam bentuk novel, banyak materi filsafat dan pelajaran berharga yang berhasil disisipkan Gaarder dalam buku ini.

1. Teleskop Hubble. 


Dia mengatakan bahwa ketika kita melihat suatu permukaan air beriak, kita seolah-olah melihat batu dibawahnya yang bergerak, padahal permukaan airnya yang bergerak. Masalah perspektif yang sempit ini yang menarik ketika disinggung Gaarder.

2. Hidup ini adalah sebuah dongeng besar.


dan, apakah yang akan kamu pilih? Coba bayangkan


Jika Cinderella tidak memilih, maka dia tak pernah mendapatkan

3. Kita bukan memilih untuk melahirkan seoarang anak, tapi kita memilih untuk memberinya hidup


4. Aku tidak punya ruang ketakjuban dunia lain selain dunia saat ini

Kita menyebutnya harapan


Terima kasih
 

Comments